Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Merasa Sisa Air Kencing Menetes saat Sholat, Apa Hukumnya? | Buya Yahya

Merasa Sisa Air Kencing Menetes saat Sholat, Apa Hukumnya? | Buya Yahya

Thumbnail YouTube Hukum Mengenai Celana Dalam yang Berbau Pesing Setelah Istinja

Hukum Mengenai Celana Dalam yang Berbau Pesing Setelah Istinja

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam artikel ini, kita akan membahas pertanyaan mengenai hukum celana dalam yang berbau pesing setelah melakukan istinja. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam kondisi seperti ini?

Pertanyaan yang Diajukan

Seseorang bertanya: "Apa hukumnya celana dalam yang berbau pesing dikarenakan setelah selesai beristinja merasakan seperti ada yang keluar?" Dia melanjutkan dengan memohon penjelasan mengenai kondisi tersebut.

Jawaban dari Buya

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Menanggapi pertanyaan ini, kita perlu memahami bahwa bau pesing menandakan adanya najis. Dalam hal ini, jika ada bau yang tercium dari celana dalam, maka itu berarti terdapat najis, yaitu kencing. Adapun najis sendiri memiliki tiga tanda: warna, bau, dan rasa. Ketika bau sudah tercium, maka kita perlu mengambil langkah sesuai syariat.

Pentingnya Ilmu dan Adab

Banyak orang yang tidak memahami bahwa mencium celana dalam adalah sebuah kebodohan. Dalam syariat, tidak disunahkan untuk melakukan hal tersebut. Bahkan, mencium tangan setelah beristinja dikategorikan makruh, dan dapat menjijikkan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami adab dan ilmu yang benar.

Kerugian dari Ketidaktahuan

Ada dua kerugian ketika seseorang mencium celana dalam: pertama, ia beresiko terkena najis, dan kedua, ia harus mengulangi wudhu. Sikap terlalu penasaran dapat membawa pada kebodohan.

Selalu Berhati-hati

Kita perlu memahami bahwa selama kita tidak merasa ada yang keluar, maka tidak perlu menjadi khawatir. Mengabaikan hal-hal kecil yang bersifat tidak penting dalam ibadah adalah cara terbaik untuk menjaga kesucian hati kita.

Pentingnya Ngaji

Dalam kesimpulan, penting bagi kita untuk selalu menambah ilmu pengetahuan dan tidak terjebak dalam kebodohan. Ngaji merupakan salah satu cara untuk menjaga agar kita tidak terjerumus dalam hal-hal yang tidak perlu.

Referensi dan Sumber

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi www.bacadisini.my.id.

Berikut adalah link YouTube yang berisi pembahasan serupa.

Dalil dari Al-Qur'an

Salah satu dalil yang relevan dengan kebersihan adalah dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 222:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pemahaman kita tentang hal ini. Mari kita selalu berusaha untuk meningkatkan kebersihan dan kesucian dalam beribadah.

© 2023 Semua hak dilindungi. Artikel ini dibuat untuk edukasi publik dan disusun berdasarkan prinsip syariat Islam.

Catatan: Gantilah 'xxxxx' dalam URL YouTube dengan ID video yang sesuai. Artikel ini berfokus pada penjelasan mengenai hukum menggunakan bahasa yang sopan dan disebutkan beberapa prinsip syariat dengan acuan Al-Qur'an.