Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

HANYA ORANG INI YANG TAU KEBERADAAN WALI ALLAH YANG MENYAMAR | UNTUK MELINDUNGI DARI BENCANA ALAM

Samud adalah orang yang disangka gila oleh banyak orang. beliau Dulu sering terlihat dari pasar Kaliwungu Kendal, pasar Mangkang Semarang, pasar jerakah Semarang, Pasar Karangayu Semarang, pasar Bulu Semarang. namun beliau sering tidur di pasar jerakah Semarang. beliau kadang berjalan kaki namun terkadang numpang angkot. dan para sopir angkot akan dengan senang jika beliau mau naik angkotnya. dan mereka tidak akan meminta ongkos kepadanya. karena jika beliau naik angkotnya akan banyak yang memberi sedekah kepadabeliau. dan semua sedekah itu akan diserahkan pada sang supir angkot dan para supir juga punya keyakinan jika ditumpangi Samud hari itu angkotnya akan dapat banyak penumpang. demikian juga orang-orang yang mempunyai warung makanan di pasar. mereka akan berebut menawari Samud agar mau makan di warungnya.
Pada suatu waktu ada tamu dari Kendal sowan kepada Mbah Hamid. singkat cerita Mbah Hamid menitipkan salam untuk wali samud yang kesehariannya berada di pasar. menitipkan salam untuk seorang yang dianggap gila oleh masyarakat Kendal dan Semarang. Wali samud kesehariannya berada di sekitar pasar dengan pakaian dan tingkah laku persis seperti orang gila. namun tidak pernah mengganggu orang-orang di sekitarnya. terkadang beliau membantu bongkar muat barang-barang di pasar dan tidak mau dikasih upah. tamu tersebut bingung kenapa Mbak Hamid sampai menitip salam untuk Samud yang dianggap gila oleh dirinya dan orang-orang di daerahnya. tamu tersebut bingung kenapa Mbah Hamid sampai menitip salam untuk Samud  yang dianggap gila oleh dirinya dan orang-orang di daerahnya. tamu tersebut bertanya “Bukankah Samud tersebut adalah orang gila Kyai?” kemudian Mbah Hamid menjawab “beliau adalah Wali besar yang menjaga Kendal dan Semarang rahmat Allah turun bencana di tangkis itu berkat beliau sampaikan salamku”. kemudian setelah si tamu pulang ke Kendal menunggu keadaan pasar sepi dihampirinya lah Wali samud yang dianggap orang gila itu yang ternyata sohibul wilayah Kendal dan Semarang itu. “Assalamu’alaikum”, sapa si tamu. Wali samud memandang dengan tampang menakutkan layaknya orang gila sungguhan. kemudian keluarlah seuntai kata dari bibirnya dengan nada sangar “wa'alaikumussalam,ada apa?”,  dengan badan agak gemetar si tamu memberanikan diri berkatalah “Ia panjenengan Dapat salam dari Mbah Hamid Pasuruan, Assalamualaikum”. tak beberapa lama Wali samud berkata “Waalaikumsalam”, dan berteriak dengan nada keras “kurang ajar si Hamid, Aku berusaha bersembunyi dari manusia agar tidak diketahui manusia kok malah dibocor-bocorkan nih. Ya Allah aku tidak sanggup, kini telah ada yang tahu siapa aku. aku mau pulang saja. Gak sanggup aku hidup di dunia”. kemudian Wali samud membaca sebuah doa dan bibirnya mengucap Laa Ilaha Illallah Muhammaddur Rasulullah seketika itu langsung wafatlah Wali samud di hadapan orang yang diutus Mbah Hamid agar menyampaikan salam. hanya si tamulah yang meyakini bahwa orang yang dicap sebagai orang gila oleh masyarakat Kendal dan Semarang itu adalah Wali besar. tak satupun masyarakat yang meyakini bahwa orang yang meninggal di pasar adalah seorang Wali, malah si tamu juga dicap sebagai orang gila oleh orang-orang karena meyakini Samud sebagai wali. diantara keanehan pada Diri Wali samud menurut cerita tutur, Wali samud biasa membawa bahwa bahasa Jawa nenteng-nenteng daun kurma yang masih basah dan dijadikan alas duduk tidur di pasar. setiap hari Jumat beliau jarang terlihat di pasar padahal setiap harinya beliau ada di pasar itu dan terkadang beliau jalan-jalan di pasar memakai peci putih, layaknya sudah menunaikan Haji padahal tingkah laku dan pakaian beliau persis seperti orang gila. Subhanallah. begitulah para wali-walinya Allah. saking inginnya beraksik-asikan hanya dengan allah sampai berusaha bersembunyi dari ke duniawian tak ingin ibadahnya diganggu oleh orang-orang ahli dunia. bersembunyinya mereka memakai cara mereka masing-masing. Oleh karena itu janganlah kita suudzon terhadap orang-orang di sekitar kita. jangan-jangan Dia adalah seorang wali yang bersembunyi, cerita Mbah Hamid yang saya coba tulis hanyalah sedikit dari kisah perjalanan beliau.
 Semoga kita, keluarga kita, tetangga kita dan orang-orang yang kita kenal senantiasa mendapat keberkahan sebab rasa cinta kita kepada wali-walinya Allah. jadi ingat nasehat maha guru kami alkut Habib Abdul Kadir bin Ahmad bil Faqih jadikanlah dirimu mendapat tempat di hati seorang Aulia semoga nama kita tertanam di hati para Kekasih Allah, sehingga kita selalu mendapat naturoh dari guru-guru kita. dibimbing ruh kita sampai terakhir kita menghirup udara dunia ini. Amin ya robbal alamin