Jangan Ucapkan Ini !! Bacaan Yang Diharamkan Dalam Shalat Yang Justru Mendapatkan Dosa
Jangan Ucapkan Ini !! Bacaan Yang Diharamkan Dalam Shalat Yang Justru Mendapatkan Dosa
Bismillahirohmanirohim Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. syukur alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi. sholawat dan salam selalu dan tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar muhammad shallallahu alaihi wasallam Allahumma sholli ala sayyidina muhammad . harapan dan doa saya semoga saudaraku semuanya selalu diberikan kesehatan dilapangkan rezekinya diampuni dosa-dosanya dan dipanjangkan umurnya. sahabat beriman yang dirahmati Allah bacaan dalam salat itu semuanya menggunakan bahasa Arab. Banyak umat Islam berasal dari berbagai penjuru dunia dan tak semua bisa berbahasa Arab. sebagian orang pun berpikiran bahwa bacaan-bacaan salat bisa menggunakan bahasa Indonesia. menurutnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala pasti paham walaupun kita menggunakan bahasa apapun. namun Apakah menggunakan bahasa selain bahasa Arab dalam salat menimbulkan dosa? bacaan seperti apa yang diperbolehkan dan dilarang dalam salat? Benarkah ada bacaan ketika dibaca bisa menyebabkan kita dapat dosa?
sahabat beriman yang dirahmati Allah saat mengerjakan salat ada bacaan-bacaan yang wajib kita baca seperti al-fatihah di setiap rakaatnya ada juga bacaan sunnah seperti surat-surat pendek Alquran yang dibacakan di dua rakaat pertama. lalu Bisakah kita menambahkan doa-doa pribadi yang sifatnya duniawi? Syekh Ali jum'ah punya jawabannya Beliau mengatakan orang yang salat boleh berzikir dan berdoa asalkan tidak bertentangan dengan hadis dan Alquran. pendapat ini didasarkan pada argumen Imam Ibnu Hajar Al asqalani Beliau berkata Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari saat menjelaskan sabda Nabi mengenai doa yang dibaca setelah tasyahud kemudian orang itu dipersilahkan berdoa dengan sesuatu yang mengagumkan dirinya dan orang itu pun berdoa berdoa memohon untuk kebaikan duniawi. boleh-boleh saja doa-doa yang bersifat duniawi misalnya dilancarkan rezekinya segera bertemu jodohnya atau meminta keturunan itu boleh dilakukan hal ini juga dibenarkan oleh Imam Al Baji dalam Al muntaqarah al-muwata. Beliau berkata hal ini sebagaimana Imam Malik berkata tidak masalah berdoa dalam salat maktubah dan lainnya dengan bentuk doa sesuai yang dikehendaki baik berupa doa ukhraweh ataupun duniawi baik yang sesuai dengan doa dari Alquran ataupun mengarang sendiri.
fenomena menambahkan bacaan dalam salat pernah dilakukan oleh Ibnu Umar dalam kalimat syahadat Ibnu Umar berkata saya tambahkan bacaan wahdahula syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh, tidak ada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah. kita mungkin sudah melakukan salat selama puluhan tahun tapi ternyata ada fakta penting yang harus kita ketahui mengenai surat-surat yang dibaca setelah al-fatihah dalam salat. selama ini mungkin kita terbiasa membaca surat-surat pendek tanpa memperhatikan urutannya ternyata hal ini berbeda dengan yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. beliau sangat jarang membaca surat-surat yang pendek kecuali dalam perjalanan saat salat subuh. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terbiasa membaca surat qaf pada rakaat pertama dan surat ar-rum pada rakaat kedua. Beliau juga pernah membaca surat at-takwir dan surat al-zalzalah. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam memilih membaca surat yang tergolong panjang ketika salat hal ini pernah dialami sendiri oleh salah seorang sahabat dari Abu Sa'id al-khudri ia berkata suatu ketika salat zuhur ditunaikan lalu seseorang pergi ke perkampungan Baki dan ia melaksanakan aktivitasnya di sana kemudian ia berwudhu lalu mendatangi jamaah salat dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam masih berada pada rakaat pertama karena saking panjangnya apa yang beliau baca?Hadits Riwayat Muslim. Selain itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memilih surat secara berurutan hal ini dibenarkan oleh Imam Nawawi dalam kitab at-tibyan. Beliau mengatakan bahwa Alquran tak semata-mata disusun secara berurutan namun ada hikmah di balik hal tersebut. karena itu sudah sepatutnya ketika kita membacanya mesti berurutan hal ini juga berlaku ketika salat. misalnya membaca surat al-baqarah di rakaat pertama kemudian di rakaat kedua membaca surat al-imron begitu seterusnya. lalu Bagaimana jika pada rakaat pertama kita membaca surat an-nas imam nawawi meriwayatkan bahwa Sebagian ulama mengatakan setelah membaca surat an-nas dilanjut dengan surat al-baqarah pada rakaat kedua lalu Bagaimana jika ada orang yang setelah membaca surat an-nas di rokaat pertama kemudian malah membaca surat al-ikhlas di rakaat kedua imam nawawi menyatakan bahwa hal ini tidak dihukumi boleh Walaupun ada Sebagian ulama yang juga membaca surat-surat secara tidak berurutan dalam salat namun sebagian lainnya tetap tidak menyukai orang yang membaca Alquran tanpa memperhatikan urutan ada pengecualian dalam membaca Alquran secara berurutan dalam salat sebab ada beberapa surat yang dianjurkan untuk dibaca pada shalat-sholat tertentu misalnya sholat Subuh pada hari Jumat disunahkan membaca surat As Sajadah pada rakaat pertama dan surat al-insan di rakaat kedua beda lagi ketika kita sedang mengajarkan anak menghafal surat-surat pendek boleh urutannya dimulai dari surat an-nas dan berlanjut sampai di surat ad-dhuha. cara tersebut memudahkan anak-anak untuk menghafal saat salat berjamaah imam akan membaca surat al-fatihah kemudian dilanjutkan dengan surat-surat pendek yang dipilih. Bagaimana jika surat yang dibaca itu tidak kita hafal Apa yang harus kita lakukan makmum tugasnya adalah mengikuti imam saat imam membaca salah satu surat dalam Alquran setelah membaca al-fatihah makmum cukup mendengarkan saja namun ada pengecualian ketika imam membaca surat at-tin hal ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. ketika imam membaca ayat terakhir Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya maka makmum menjawab bala wa ala dzalika minas syahidin. ya saya menyaksikan hal itu Hadits Riwayat Abu Daud dan at-tirmidzi kalau kita perhatikan Semua bacaan salat itu berbahasa Arab padahal tidak semua umat islam fase menggunakan bahasa Arab. sebagai orang yang tinggal di Indonesia bahasa Arab bukanlah bahasa ibu kita sedangkan bacaan salat dan doa-doa semuanya menggunakan bahasa Arab. Bagaimana kalau kita belum menghafal bacaan salat dalam bahasa Arab Apakah boleh menggantinya dengan bahasa Indonesia? dalam salat kita sudah diperintahkan untuk mengikuti cara salat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Kerjakanlah salat sebagaimana kalian melihatku melakukannya Hadits Riwayat Bukhari. membaca bacaan selain yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam itu tidak boleh. berbicara atau melafalkan sesuatu di luar bacaan yang telah ditentukan bisa membatalkan ibadah itu. Hal ini berdasarkan pendapat mazhab Hanafi dan mazhab Hambali sedikit berbeda. Mazhab Syafi'i dan Maliki berpendapat bahwa jika seseorang mengeluarkan perkataan saat salat itu tidak membatalkan ibadah, jika alasannya adalah lupa dan perkataan yang keluar pun hanya sedikit. larangan berbicara saat salat sebenarnya telah diperingatkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala suatu hari para sahabat sedang melaksanakan salat bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian dua orang sahabat asyik mengobrol. karena kejadian itu turunlah ayat Alquran berdirilah karena Allah dalam salatmu dengan khusus Quran surat al-baqarah ayat 238. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah memberikan keringanan perihal bacaan salat yang berbahasa Arab , namun Ada Solusi yang ditawarkan dalam kitab Sunan Abu Daud. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memberikan cara bagi orang-orang Arab terdahulu yang belum menghafal al-fatihah beliau bersabda dan jika tidak bisa berbahasa Arab hendaklah bertahmid bertakbir dan bertahlil ada ibadah yang tidak bisa ditawar-tawar. misalnya cara Haji makanan yang diharamkan Begitu juga dengan cara salat hal ini untuk menjaga kemurnian salat dalam melakukan salat semuanya harus dilakukan dengan bahasa Arab. sahabat beriman yang dirahmati Allah tak ada tawar-menawar dalam hal bacaan salat baik gerakan maupun bacaan semua harus kita kerjakan sesuai petunjuk yang diberikan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. tak boleh dikurangi ataupun ditambah kalau kalian apakah pernah mendapati orang yang mengganti bacaan sholat yang berbahasa Arab menjadi bahasa Indonesia wallahualam. demikian yang bisa saya bagikan semoga bermanfaat untuk kita semua amin ya robbal alamin Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .